"Memang ada peningkatan (CAD),"ujar Agus di Kompleks Masjid BI, Jumat (2/2).
Agus mengungkapkan, melebarnya defisit transaksi berjalan tak lepas dari tren membaiknya perekonomian. Kegiatan ekonomi yang mulai pulih bisa mendongkrak impor bahan baku atau penolong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau melakukan ekspor ada juga komponen yang harus diimpor sehingga kelihatan ada peningkatan pada defisit transaksi berjalan,"ujarnya.
Kendati melebar, menurut Agus, transaksi berjalan Indonesia masih dalam kisaran yang sehat. Pasalnya, CAD masih ada di kisaran 2 hingga 2,5 persen PDB.
"Secara umum, saya melihat neraca pembayaran [tahun 2018] akan tetap positif," ujarnya.
Lihat juga:BI Kaji Penerbitan Mata Uang Digital |
Sebelumnya, BI mencatat, arus modal asing yang masuk ke Indonesia meningkat hingga 170 persen dari Rp17 triliun pada Januari 2017 menjadi Rp46 triliun pada Januari 2018.
Agus mengatakan, banjirnya arus modal asing menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Tanah Air mampu mengikat mata investor untuk mengucurkan dananya ke dalam negeri.
"Ini menunjukkan bagaimana minat investor luar negeri percaya pada ekonomi Indonesia," ucap Agus di kantornya, Jumat (26/1). (gir/bir)