Kejadian bermula, kala para ratusan konsumen yang tengah berdiskusi dengan manajemen mulai tidak sabar dan terus meminta dananya segera dicairkan (refund). Saat tengah bersitegang, tiba-tiba, salah seorang dari pihak manajemen yang diduga merupakan komisaris Sipoa Grup hendak meninggalkan lokasi. Namun, orang tersebut dihadang oleh konsumen.
Karena merasa terjepit, orang tersebut yang sebenarnya juga didampingi sejumlah pengawal, tiba-tiba mengeluarkan pistol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fandi, pria tersebut juga sudah pernah menodongkan pistol saat pertemuan di Desember lalu.
"Alasannya, mau ke Bali terburu-buru," kata Adi.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pembeli unit apartemen Royal Afatar World Anthony menduga, pelaku penodongan pistol tersebut merupakan salah satu komisaris di anak usaha Sipoa Grup.
Setelah didamaikan oleh polisi, pelaku penodongan pistol tersebut dibawa masuk ke kantor Royal Afatar World. Tak lama kemudian, orang tersebut dibawa ke Polresta Sidoarjo untuk dimintai keterangan. (agi/dik)