Kepala Riset Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto mengatakan, peluang ini terbuka setelah Fitch Ratings yang menaikannya terlebih dahulu pada Desember 2017. Selain itu, rilis laporan keuangan emiten juga akan mendongrak laju IHSG.
"Setelah koreksi tajam dalam dua hari terakhir, pelaku pasar dapat memburu saham-saham yang telah terkoreksi dan memiliki kinerja fundamental yang baik," papar David dalam risetnya.
David merinci, pelaku pasar dapat melakukan aksi beli terhadap saham berbasis tambang, industri dasar, dan perbankan. Dengan berbagai sentimen positif tersebut, David memprediksi, IHSG berada dalam rentang support 6.440 dan resistance 6.570.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat bahwa koreksi di IHSG akibat tekanan regional dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi beli," terang Yuganur dalam risetnya.
Pada perdagangan kemarin, IHSG anjlok 1,68 persen ke level 6.478. Hal ini diikuti dengan keluarnya dana asing (capital outflow) di pasar reguler mencapai Rp1,7 triliun. Selain itu, nilai tukar rupiah juga tercatat melemah menjadi Rp13.540 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, indeks bursa saham Wall Street terpantau rebound tadi malam. Dow Jones dan Nasdaq Composite masing-masing melambung 2,33 persen dan 2,13 persen, sedangkak S&P500 meningkat 1,74 persen. (lav)