Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengungkapkan demi membangun hotel tersebut, perseroan bakal menggelontorkan investasi sekitar Rp400 miliar.
"Dana berasal dari internal dan eksternal," ujar Ira melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain hotel, perseroan juga tengah membangun Kawasan Marina Wisata dan area komersial lain di Labuan Bajo. Kawasan ini dipersiapkan untuk menangkap banjir wisatawan mancanegara, seiring gelaran Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional di Bali pada pertengahan Oktober 2018 mendatang.
Pembangunan berbagai fasilitas pendukung pariwisata sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang ingin menjadikan Labuan Bajo sebagai alternatif destinasi wisata di Indonesia, selain Bali.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut, pemerintah ingin Labuan Bajo bisa menarik dua juta pengunjung per tahun, dari saat ini yang masih di bawah 500 ribu pengunjung per tahun.
Untuk itu, pihaknya menargetkan untuk menggelar lelang proyek pengembangan bandara Labuan Bajo pada Maret mendatang dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pengembangan tersebut meliputi perpanjangan landasan pacu dan perluasan terminal.
"Karena menggunakan KPBU, proyek tidak menggunakan APBN," jelas Budi. (agi)