Berdasarkan sumber yang dikutip dari CNN.com, proses pemberitahuan PHK kepada karyawan sudah dilakukan. Divisi yang paling banyak terdampak adalah area bisnis yang sudah matang, seperti operasional ritel daring (online). Hal itu dikonfirmasi oleh pihak Amazon sebuah pernyataan.
"Sebagai bagian dari proses perencanaan tahunan, kami membuat penyesuaian jumlah karyawan di seluruh perusahaan, yakni pengurangan di beberapa tempat dan menambah jumlah karyawan di tempat lain," demikian pernyataan dari Amazon, Senin (12/2) waktu setempat.
Disebutkan, bagi sebagian karyawan yang terkena dampak PHK, pihak Amazon berusaha untuk menemukan divisi di bidang sesuai pekerjaan karyawan dalam perekrutan selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhir 2017, Amazon mempekerjakan 560.000 orang di seluruh dunia. Berita itu pertama kali dilaporkan pada Senin oleh The Seattle Times, muncul saat Amazon mencari lokasi untuk membangun kantor pusatnya.
Amazon melaporkan keuntungan hampir US$2 miliar pada kuartal terakhir, tepatnya pada musim belanja liburan. Kinerja tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah dan pertama kali mencapai US$1 miliar dalam satu kuartal.
Lihat juga:Meneropong Awan Mendung di Industri Ritel |
CEO Amazon Jeff Bezos memuji keberhasilan perangkat lunak asisten suaranya Alexa.
"Kami tidak melihat kejutan positif sebesar ini cukup sering, mengharapkan kami melipatgandakannya," kata Bezos dalam sebuah pernyataannya. (cnn/bir)