Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi, hasil RDG BI bulan ini tidak akan mengubah kebijakan sebelumnya. Tingkat suku bunga acuan diperkirakan akan dipertahankan di level 4,25 persen.
"Pergerakan IHSG juga akan diwarnai oleh rilis data perekonomian dan penjualan mobil," ucap William dalam risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Saham Astra Mendaki Usai Gaet Gojek |
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai, pergerakan nilai tukar rupiah yang mulai membaik dapat memicu aksi beli lanjutan dari pelaku pasar.
Terlebih lagi, pelaku pasar masih terus memamfaatkan momentum pelemahan IHSG yang terjadi pada pekan lalu untuk membeli sebagian harga saham di harga rendah.
Lihat juga:Rupiah Loyo, IHSG Naik Tipis 0,83 Persen |
"Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 6.503-6.514 dan resistance 6.536-6.548," jelas Reza.
Sekadar informasi, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik tipis 0,83 persen ke level 6.578. Namun, pelaku pasar masih tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp94,59 miliar.
Sejalan dengan IHSG, bursa saham Wall Street juga melanjutkan penguatannya tadi malam. Dow Jones naik 0,16 persen, S&P500 naik 0,26 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,45 persen. (agi)