Managing Partner of Valuation BDO Indonesia Panca Arief Jatmika mengatakan dua perusahaan tersebut rencananya akan melantai di bursa saham pada semester I tahun 2018, salah satunya bergerak di sektor pertambangan. Sayangnya, ia enggan menyebut jumlah saham atau target raupan dana dari proses IPO tersebut.
"Masih rahasia, intinya mereka khususnya yang pertambangan akan IPO dalam waktu dekat," ucap Panca, Rabu (14/2).
Selain dua kliennya, perusahaan yang memiliki divisi penasihat valuasi saham itu juga memiliki klien lima perusahaan lain yang tengah mempersiapkan kinerja keuangan untuk melepas saham ke publik pada semester kedua tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi total yang sedang melakukan persiapan tujuh, tapi dalam waktu dekat dua perusahaan dulu," jelas Panca.
Perusahana akuntan publik yang juga menangani persiapan IPO untuk perusahaan non publik itu juga menyebut tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pasar modal, karena pemerintah akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 wilayah tahun ini.
"Kondisi bursa masih bagus, ya selama pemerintah bisa menjaga stabilitas semua masih aman saja," jelas Panca.
Secara terpisah, CEO BDO Indonesia Thano Tanubrata justru melihat pilkada serentak sebagai hal yang positif bagi pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal mendapatkan sentimen positif dari pergerakan uang yang semakin banyak tahun ini.
"Pilkada serentak akan membuat banyak pergerakan ekonomi di daerah. Tahun 2018 merupakan tahun yang cukup menjanjikan bagi dunia bisnis dan tahun yang tepat untuk IPO," ucap Theo. (lav/bir)