"Kami punya aset finansial sekitar Rp5,5 triliun. Jadi, dari investasi kami bisa divestasi. Kemarin ada pencairan sekitar Rp1 triliun," ujar Pengelola Statuter AJB Bumiputera Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Adhie Massardi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/2) malam.
Divestasi tersebut juga sekaligus untuk menambal pembayaran klaim ke nasabah. Klaim perusahaan pada tahun lalu sebesar Rp4,5 triliun, sementara pendapatan dari premi lanjutan hanya sebesar Rp3 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kemarin dibuat PT, sekitar Rp100 miliar, jadi yang dikembalikan hanya Rp436 miliar," terang Adhie.
PT AJB dimaksudkan untuk mengelola bisnis baru. Sementara AJB Bumiputera hanya menyelesaikan klaim dan menerima premi lanjutan.
Namun, belum genap satu tahun bermitra, keduanya membatalkan kerja sama. AJB Bumiputera diminta mengembalikan suntikan modal. Konsekuensinya, PT AJB beralih ke bawah Evergreen, dengan syarat meninggalkan seluruh embel-embel Bumiputera dalam logo, nama, dan brandingnya. (bir)