Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan ada sejumlah komoditas yang ditawarkan pemerintah ke Rusia, seperti komoditas hasil perkebunan dan pertanian. Sayangnya, dia belum bisa memastikan, komoditas mana saja yang akan dibeli Rusia.
"Belum (ditentukan). Mereka sedang melihat kebutuhan mereka. Pokoknya, apapun yang kami punya, kami tawarkan. Ini harus segera selesai dalam bulan ini," ujar Oke di Kementerian Perindustrian, Senin (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi imbal beli ini artinya kami membeli, mereka harus membeli. Nah, mereka harus membeli US$570 juta," katanya.
Adapun, pesawat tersebut akan dikirim dalam tiga tahap. Pertama, akan dikirim dua unit pada Agustus 2019, dengan catatan kontrak efektif per Agustus 2018.
Kedua, enam unit akan dikirim 18 bulan setelah kontrak efektif. Ketiga, sebanyak tiga unit sisanya akan dikirim setelah 23 bulan dari kontrak.
Pembelian Sukhoi dengan skema imbal beli ini sesuai praktik pelaksanaan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. (lav)