"Sampai sekarang, pesangon belum ada yang dibayarkan," ujar Ketua Aksi Sumarsono di sela aksi unjuk rasa di Gedung Kawai Jalan Sultan Iskandar Muda Jakarta Selatan, Rabu (21/2).
Sumarsono mengungkapkan, peserta demo adalah anggota Serikat Pekerja PT Modern Putra Indonesia (SPMPI) yang total anggotanya berjumlah 276 orang. Disebut Sumarsono, total pesangon yang belum dibayarkan perusahaan kepada anggota SPMPI mencapai Rp17,5 miliar atau rata-rata sekitar Rp60 juta per orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, sesuai kesepakatan tahun lalu, pesangon seharusnya dibayarkan perusahaan sebelum tanggal 31 Desember 2017. Namun, hingga kini perusahaan, menurut dia, tak juga memberikan kejelasan proses pembayaran pesangon yang menjadi hak karyawan.
"Januari lalu kami bertemu manajemen. Katanya pesangon dibayar secepatnya, tapi tidak jelas secepatnya itu kapan," ujarnya.
Aksi unjuk rasa dimulai sekitar pukul 9.15 pagi di depan Gedung Kawai. Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga. Demo akan berakhir jika manajemen bersedia menemui perwakilan pekerja dan memberikan kejelasan terhadap pembayaran uang pesangon pekerja.
"Sampai sore juga akan kami tunggu," teriak salah satu peserta aksi demo.
Selama demo berlangsung, peserta menyanyikan sejumlah yel-yel tuntutan. Salah satunya dengan mengganti bait lagu 'Nona Manis Siapa yang Punya' menjadi 'Pesangon siapa yang punya? Pesangon siapa yang punya? yang punya kita semua'. Selain itu, peserta juga menyanyikan lagu-lagu nasional.
Sebagai informasi, Seven Eleven resmi menutup seluruh gerainya di Indonesia sejak pertengahan tahun lalu. Seluruh karyawan dinyatakan diberhentikan per tanggal 30 Juni 2017. Namun, ada beberapa karyawan yang diperpanjang masa kerjanya hingga Juli 2017.
Sebelumnya, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) mengaku masih menunggu uang jaminan kontrak (security deposit) dari 7-Eleven pusat sebesar US$5 juta atau sekitar Rp67,5 miliar (kurs Rp13.500 per dolar AS) untuk membayar uang pesangon kepada eks karyawan 7-Eleven.
Direktur Modern Internasional Johannis mengatakan, perusahaan telah mengikuti perintah 7-Eleven pusat untuk mencabut seluruh merek bertuliskan 7-Eleven di beberapa gerai yang belum selesai dibersihkan. Namun, perusahaan memang belum melakukan uninstall software hingga saat ini.
Ia memperkirakan, pihaknya masih membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan untuk melakukan hal tersebut. Setelah itu, uang jaminan baru bisa cair dan perusahaan akan langsung membayar seluruh pesangon eks karyawan 7-Eleven (agi)