Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja, memproyeksi laju inflasi bisa terjadi apabila terjadi peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini ditetapkan pemerintah.
Seperti diketahui saat ini harga BBM penugasan yakni solar dan premium ditetapkan pemerintah setiap tiga bulan sekali.
"Harga bensin, kan pemerintah sudah melepas subsidi jadi kita dipatok dengan harga global," terang Enrico di Jakarta, Kamis (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga BBM jenis solar dipatok Rp5.150 per liter dan premium ditetapkan Rp6.450 per liter. Harga ini belum berubah sejak 1 April 2016.
Selain harga BBM, penyesuaian tarif listrik nonsubsidi juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan inflasi.
"Kemungkinan ada adjustment contohnya di tarif listrik ini dilihat sudah terjadi perlahan demi perlahan," jelasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mewaspadai pengaruh kenaikan harga minyak dunia terhadap laju inflasi domestik yang dibidik di angka 3,5 persen plus minus satu persen pada 2018.
"Saya melihatnya adalah harga minyak dunia itu bisa berdampak ke inflasi," ujar Gubernur BI Agus D.W Martowardojo beberapa waktu lalu. (lav)