Optimisme ini bukan isapan jempol mengingat kue bisnis dari asuransi elektronik dan gadget masih besar. "Pemain di asuransi barang elektronik dan gadget juga masih sedikit," ujar Product Management Department Head Adira Insurance Abdul Aziz, Rabu (28/2).
Ia menyebut, sepanjang tahun lalu, penjualan polis asuransi barang elektronik dan gadget tembus satu juta unit. Meski tak menyebut pasti persentase pertumbuhan penjualan polis tersebut tahun lalu, namun Aziz menyebut penjualannya tercatat tumbuh double digit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:MUFG Inginkan Posisi Temasek di Bank Danamon |
"Yang pasti, penjualan polisnya tidak sampai satu juta unit pada tahun 2016," jelas Aziz.
Bila perusahaan kembali memasang target dua digit, hitung punya hitung, berarti minimal penjualan polis asuransi elektronik dan gadget perusahaan bisa tembus 1,1 juta unit. Itu dengan catatan, pertumbuhannya 10 persen di tahun ini.
"Lalu, di Sumatra ada, Kalimantan ada, tapi memang kondisinya beda karena literasi keuangannya juga beda," imbuh Aziz.
Selanjutnya, perusahaan berencana menambah mitra menjadi sekitar 48 toko elektronik. Tak hanya itu, Adira Insurance akan meneruskan penjajakan dengan e-commerce dalam berjualan asuransi barang elektronik dan gadget.
"Kami juga sudah menjajaki dengan Blibli.com dan lainnya, tapi belum ada yang deal," terang Aziz.
Menurutnya, e-commerce masih sulit untuk menerima kerja sama penjualan asuransi tersebut karena akan memengaruhi harga penjualan yang nantinya juga akan berdampak pada volume penjualan.
"Karena di online, kami tidak bisa menjelaskan kan, ini lebih mahal karena ada jaminan yang bermanfaat, komunikasi tidak bisa dua arah," katanya. (bir)