Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, inflasi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga kelompok pengeluaran. Pengeluaran bahan makanan mencatatkan inflasi sebesar 0,13 persen.
"Jadi sebenarnya inflasi Februari disebabkan oleh meningkatnya harga di seluruh kelompok pengeluaran, makanan jadi, hingga tembakau dan kebutuhan sandang," papar Suhariyanto, Kamis (1/3)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, diikuti dengan perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar memberikan andil untuk inflasi sebesar 0,05 persen. Lalu sandang dan bahan makanan yang masing-masing memberikan andil 0,02 persen dan 0,01 persen.
"Dengan cuaca yang kurang bersahabat, inflasi bahan makanan di 0,13 persen masih bagus karena di dalam kelompok makanan ada inflasi dan deflasi," sambungnya.
Sementara itu, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga memberikan andil nol persen terhadap inflasi Februari 2018, di mana tingkat inflasi hanya sebesar 0,07 persen.
Dari segi wilayah sendiri, terdapat 55 kota yang mengalami inflasi, di mana Jayapura menjadi yang tertinggi sebesar 1,05 persen. Sementara, inflasi terendah terjadi di Palangka Raya sebesar 0,04 persen.
Selanjutnya, terdapat 27 kota yang mengalami deflasi. Medan mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,96 persen dan terendah berada di Lubuklinggau sebesar 0,02 persen. (agi)