Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Sri Rahardjo mengatakan, HBA Maret 2018 sebesar US$101,96 per ton. Adapun, HBA bulan sebelumnay tercatat US$100,69 per ton.
HBA tersebut merupakan harga untuk penjualan langsung (spot) periode 1 Maret-31 Maret pada titik serah penjualan secara Freight on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produksi (batubara) terhambat karena cuaca," ujarnya, Jumat (2/3).
Sementara, permintaan batu bara dari beberapa negara yang mengalami musim dingin, seperti China masih tinggi. Selain itu, permintaan tinggi juga berasal dari negara-negara ASEAN sebagai sumber energi pembangkit listrik, salah satunya dari Vietnam.
Sebagai informasi, nilai HBA diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya. (bir)