Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Oskar Herliansyah mengatakan, kinerja keuangan BEI tahun lalu turun disebabkan oleh kenaikan beban usaha.
"Beban usaha BEI menjadi Rp1,12 triliun pada 2017 dibandingkan dengan Rp1,03 triliun pada 2016 atau meningkat sebesar 8,52 persen," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (7/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oskar menjelaskan, beban usaha BEI bertambah seiring dengan kegiatan sosialisasi BEI dalam menyebarluaskan investasi di pasar modal bagi masyarakat Indonesia. Namun, ini sengaja dilakukan untuk menambah jumlah pelaku pasar dalam negeri.
"Beban usaha terutama juga digunakan untuk meningkatkan keandalan sistem pengoperasian pasar dan sistem teknologi mutakhir," tutur dia.
Kendati meningkat, tetapi secara persentase pertumbuhannya menurun kalau dibandingkan dengan periode 2015-2016 yang melejit hingga 21,55 persen. Salah satu penyebabnya, yaitu turunnya pendapatan jasa transaksi efek.
Lihat juga:IHSG Berpeluang Tembus 6.800 di Tahun Ini |
"Pendapatan jasa transaksi efek menjadi Rp641,54 miliar, berubah 1,14 persen dibandingkan pendapatan jasa transaksi efek tahun 2016 sebesar Rp648,94 miliar," terang Oskar.
Menurut dia, penurunan pendapatan jasa transaksi efek karena jumlah hari perdagangan tahun lalu berkurang menjadi 238 hari dari jumlah hari perdagangan tahun sebelumnya sebanyak 246 hari.
"Pada tahun 2016 juga terdapat transaksi amnesti pajak yang memberikan sumbangan cukup signifikan terhadap peningkatan pendapatan transaksi efek di tahun 2016," imbuhnya. (bir)