212 Mart, dari Aksi jadi Koperasi

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 14:25 WIB
212 Mart, dari Aksi jadi Koperasi Umat muslim meleburkan kekuatan untuk unjuk gigi dalam menjalankan roda ekonomi nasional dengan membentuk Koperasi Syariah 212 Mart. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Umat muslim meleburkan kekuatan untuk unjuk gigi dalam menjalankan roda ekonomi nasional dengan membentuk Koperasi Syariah 212 Mart.

Berawal dari aksi 212 pada Desember 2016 silam, para perintis akhirnya resmi mendirikan Koperasi Syariah sebulan setelahnya, yakni pada Januari 2017.

Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Depok 5 Ahmad Sulaiman bercerita, setelah melalui berbagai persiapan dan perizinan, kantor pusat Koperasi Syariah 212 Mart pertama resmi didirikan di Bogor, Jawa Barat pada 1 Mei 2017.



Pria yang juga menjadi Ketua Koperasi Syariah Sukses Umat Berjaya (Kopsya Sukmajaya) Badan Usaha Milik Komunitas itu menjelaskan satu per satu cabang baru dari Koperasi Syariah 212 Mart mulai bermunculan hingga menembus 101 cabang pada awal Maret ini. Cabang tersebar di Bogor, Bekasi, Depok, Jakarta, Tangerang, Cirebon, hingga Bandung. Namun, belum diketahui pasti berapa jumlah seluruh anggota dari seluruh cabang tersebut.

Seperti halnya sistem koperasi, maka harus ada sejumlah anggota yang membayar iuran, menjalankan, hingga mendapat manfaat dari koperasi tersebut. Anggota awal koperasi merupakan alumni aksi 212, yang kemudian menjalar ke lingkungan pertemanan dan tempat tinggal mereka, sehingga terbentuklah komunitas pendiri koperasi.

"Anggota kami berbasis lingkungan masjid, dari jemaah satu masjid dan sekitarnya. Tapi tidak menutup kemungkinan bagi umat yang berada di daerah lain untuk bergabung dengan kami, misal di kecamatan yang berbeda," ujar Ahmad saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (13/3).

Namun, seiring berjalannya waktu, ketertarikan umat di luar komunitas untuk bergabung dalam usaha rupanya kian besar. Permintaan itu membuat komunitas dan mendirikan Koperasi Syariah 212 Mart muncul di beberapa daerah, seperti Bekasi, Depok, dan Jakarta.

Pada akhirnya, koperasi dikembangkan ke daerah lain dengan sejumlah persyaratan. Beberapa di antaranya, satu komunitas yang nantinya mendirikan koperasi, berjumlah minimal 100 orang anggota. Lalu, sekitar 80 persen harus anggota yang tinggal di satu daerah dan 20 persen lainnya diperbolehkan untuk umat yang bukan dari lingkungan sekitar komunitas.


"Kami butuh keaktifan anggota berbelanja di toko, otomatis anggotanya harus di lingkungan sekitar toko. Tapi kami terbuka bagi masyarakat di luar anggota untuk berbelanja di 212 Mart," katanya.

Di sisi lain, untuk menjadi anggota, komunitas mengenakan biaya administrasi sebesar Rp382 ribu per anggota. Namun, untuk ikut mendirikan koperasi, anggota setidaknya perlu menyetor modal minimal sebesar Rp500 ribu per anggota.

"Tapi iuran modal ini bervariasi, minimalnya Rp500 ribu, namun ada juga yang sampai Rp20 juta per anggota. Ini kami kembalikan kepada masing-masing anggota saja," terangnya.

Dari pengumpulan modal tersebut, barulah komunitas bisa mendaftar dan meminta izin ke kantor pusat di Bogor untuk mendirikan Koperasi Syariah 212 Mart, seperti halnya usaha waralaba (franchise). (lav/bir)