Direktur Jenderal Perhubungan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menjelaskan perpanjangan batas waktu diberikan lantaran Bulog kesulitan untuk merampungkan impor beras tahap satu dengan kuota mencapai 281 ribu ton sampai akhir februari.
Bulog baru bisa mengimpor beras sebanyak 261 ribu ton sampai akhir bulan kemarin, dan masih tersisa sekitar 20 ribu ton lagi yang diimpor dari India. Untuk itu perpanjangan ini dikeluarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Bulog) minta waktu, karena tidak keburu. Impor beras yang 20 ribu ton sedang perjalanan, sehingga perlu ada perubahan," ujar Oke di kawasan Senayan, Rabu (14/3).
Kendati masih ada kuota impor yang belum masuk, Oke memastikan suplai beras masyarakat tetap aman sesuai dengan kebutuhan, dan tidak akan mengganggu rantai pasok.
Lihat juga:Bulog Akui Cadangan Beras Pemerintah Minus |
Pasalnya, kuota impor beras yang diberikan kepada Bulog mencapai 500 ribu ton sesuai keputusan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Artinya, sampai Juni mendatang, Bulog masih harus mengimpor 219 ribu ton beras lagi.
"Jadi ada negara tertentu yang mengirim sampai Juni, ada negara tertentu sampai Maret. Kalau tidak salah, untuk India dan Pakistan yang Juni, itu sekitar 100 ribu ton," pungkasnya. (lav/bir)