Analis Recapital Asset Management Kiswoyo Adi Joe menuturkan pengumuman itu akan memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Pasalnya, Gubernur The Fed Jerome Powell menyebut suku bunga acuan bakal naik secara bertahap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terus menanjak.
"Kalau jadi naik, pelaku pasar mendapatkan kepastian dan rupiah kembali menguat. Dampaknya IHSG bakal menguat," terang Kiswoyo kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiswoyo memprediksi nilai tukar rupiah bisa kembali ke level Rp13.500-Rp13.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Bila prediksi ini terealisasi, maka IHSG berpeluang melaju ke level 6.500-6.600.
"Jadi untuk pekan ini IHSG bakal bergerak di level support 6.250 dan resistance 6.600, dengan syarat rupiah menguat," jelas Kiswoyo.
Senada, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat rupiah bakal bangkit pekan ini. Selain itu, ekonomi dalam negeri yang masih dinilai cukup kuat secara fundamental juga menambah sentimen positif bagi IHSG.
"Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam rentang 6.231-6.402," ucap William dalam risetnya.
Sebagai informasi, IHSG turun dua persen sepanjang pekan lalu ke level 6.304 dari pekan sebelumnya di level 6.433. Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pun ikut merosot 1,99 persen menjadi Rp7.014 triliun.
Adapun, bursa saham Wall Street bergerak bervariasi akhir pekan lalu, Jumat (16/3), di mana Dow Jones dan S&P500 masing-masing naik 0,29 persen dan 0,17 persen. Sementara, Nasdaq Composite bergerak stagnan. (lav)