Salah satu poin krusial dalam RUU tersebut adalah kenaikan belanja pertahanan AS sebesar US$61 miliar menjadi US$700 miliar. Anggaran tersebut mencakup US$ 1,6 miliar untuk keamanan perbatasan dan pembangunan atau perbaikan pagar perbatasan negara hampir 160 kilometer. Namun, anggaran tersebut masih jauh dibawah target Trump.
Trump menyebut isi dari RUU tersebut berada dalam kondisi yang memprihatinkan, tapi dia mengaku akhirnya menandatangani RUU tersebut karena perlu mendorong peningkatan pada anggaran pertahanan. Berkali-kali menyebut bahwa dia tak punya pilihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump sejak Jumat pagi waktu setempat membuat banyak orang di Washington khawatir akan kembali dilakukannya government shutdown. Ini seiring tweet-nya yang menyebut bahwa dia "mempertimbangkan veto" dari RUU tersebut.
Meskipun menandatangani RUU tersebut, Trump tidak menyembunyikan rasa ketidaksukaannya terhadap proses pemungutan suara cepat yang dipaksakan menjelang batas waktu penutupan.
Presiden berusia 71 tahun itu memperingatkan Kongres bahwa dia tidak akan pernah menandatangani RUU lain seperti ini lagi."
"Saya tidak akan melakukannya lagi. Tidak ada yang membacanya (RUU). Ini hanya beberapa jam lamanya," ujar Trump dengan salinan anggaran setebal 2.232 halaman tertumpuk di atas meja sebelahnya. (cnn/afp)