Analis Henan Putihrai Liza Camelia Suryanata mengungkapkan sentimen untuk pasar modal pekan ini terbilang sama dengan pekan sebelumnya, yakni masih terkait dengan kenaikan suku bunga The Federal Reserve dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
"Jadi, kalau berdasarkan faktor-faktor itu, pergerakan IHSG kurang lebih masih sama," kata Liza kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, ia mengaku belum melihat sentimen baru yang dapat memengaruhi laju IHSG. Ia memprediksi IHSG hanya bergerak dalam rentang support 6.030 dan resistance 6.200 sepanjang pekan ini.
"Makanya, pelaku pasar juga jangan spekulatif buy (beli) dulu," tandas Liza.
"Diprediksi tekanan jual IHSG sudah melemah," ucap Frederik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 1,49 persen ke level 6.210 pada pekan lalu. Hal ini membuat nilai kapitalisasi pasar turun 1,51 persen menjadi Rp6.908 triliun.
Selain karena tekanan jual menurun, lanjut Frederik, IHSG juga akan mendapatkan sentimen positif dari kinerja keuangan emiten kuartal I 2018.
"Saat ini, (pelaku pasar) fokus pada laporan keuangan dari emiten menjelang akhir Maret," terang dia.
Namun, ia tak menampik jika IHSG masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari global. Makanya, ia memprediksi IHSG hari ini berada dalam rentang support 6.115 dan resistance 6.221. (bir)