Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan bahwa tingkat inflasi Maret akan menjadi sentimen positif pada perdagangan IHSG hari ini.
"Inflasi selama bulan lalu disebabkan oleh kelompok bahan makanan dan transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Peningkatan aktivitas pada kelompok tersebut memberikan sentimen positif di pasar," papar Reza melalui risetnya, dikutip Selasa (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski diprediksi kembali menguat, Reza meminta pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap aksi ambil untung (profit taking) yang akan menahan potensi penguatan IHSG.
Senada, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya meramalkan IHSG menguat karena kondisi fundamental ekonomi dalam negeri masih cukup baik. Hal itu bisa terlihat dari data inflasi Maret 2018 yang dinilai masih terkendali.
"IHSG saat ini terlihat akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar dengan peluang rentang konsolidasi akan bergeser naik," papar William dalam risetnya.
Lihat juga:IHSG dan Bursa Asia Kompak Menguat |
Menurutnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.081 dan resistance 6.305. William merekomendasikan pelaku pasar untuk melakukan transaksi beli pada saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
Pada perdagangan kemarin, Senin (2/4), IHSG ditutup menguat 0,83 persen ke level 6.240. Meski naik, pelaku pasar asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp149,64 miliar. (agi)