Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Pelabuhan Ratu akan dimaksimalkan untuk memudahkan konektivitas ke Jakarta. Pengiriman menggunakan kapal atau tongkang dari Pelabuhan Ratu bisa semakin efisien. Barang-barang yang dimaksud antara lain, hasil bumi, hasil tambang, dan barang-barang produksi.
"Saya minta kepada teman-teman di Sukabumi gunakan Pelabuhan Ratu ini semaksimal mungkin. Kami ingin pada 2019 pelabuhan ini semarak dan berfungsi maksimal," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan bahwa satu tongkang itu bisa 100, 200, 300, bahkan sampai 7500 ton. Kalau dengan truk hanya bisa 20 ton, dibagi saja. Jadi, dengan tongkang akan lebih efisien," jelasnya.
Selain memudahkan konektivitas, Pelabuhan Ratu juga akan difokuskan sebagai pelabuhan pariwisata saat akhir pekan. Hal itu didukung objek wisata Geopark Ciletuh yang dapat dijangkau menggunakan kapal hanya dengan waktu tempuh 30 menit.
Untuk itu, dia meminta Kepala Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Kepala Dinas Pariwisata untuk mengumpulkan para pemangku kepentingan di bidang pariwisata.
"Mereka perlu koordinasi supaya awal 2019 sudah selesai, komoditas sudah bergairah untuk jalan kesana," katanya.
Tak hanya Pelabuhan Ratu, kementerian juga akan meninjau proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati dan proyek double-double track padat karya Ditjen Perkeretaapian di Sukabumi.