Saat ini, rata-rata harga beras medium berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) tercatat Rp11.800 per kg, di mana harga beras di Jawa Timur sudah menyentuh Rp10.600 per kg dan Jawa Barat sudah mencapai Rp11.200 per kg. Namun, harga beras medium di Jakarta masih tercatat Rp12.950 per kg.
Sementara itu, Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017, HET beras medium dipatok di angka Rp9.450 di Jawa hingga Rp10.250 per kilogram (kg) untuk wilayah Papua dan Maluku. Dengan kata lain, panen raya diharapkan bisa menekan harga beras secara signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, kondisi ini akan melanjutkan tren penurunan harga beras yang sudah terjadi sejak bulan lalu. Ia mengacu kepada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 8,65 persen secara bulanan ke angka Rp5.442 per kg dan harga GKP di tingkat penggilingan turun 8,67 persen ke angka Rp5.555 per kg.
"Sekarang sih harga beras medium masih di atas Rp10 ribu, ya semoga masuk puasa bisa turun," imbuh dia.
Meski demikian, penambahan suplai dari panen raya tak cukup untuk menekan harga beras ke bawah. Menurut Darmin, tetap harus ada kebijakan lain seperti operasi pasar.
Untuk itu, saat ini, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) tengah melakukan operasi pasar dengan volume sebesar 400 ribu ton sejak pertengahan Maret lalu. "Kalau tanpa ada operasi pasar, ya harga beras tak akan berubah," pungkas Darmin.
BPS mencatat, harga beras kini sudah tidak lagi menjadi momok inflasi bulanan Maret sebesar 0,2 persen. Justru, beras telah menyumbang deflasi sebesar 0,1 persen terhadap kelompok pengeluaran bahan pangan sepanjang bulan lalu. (agi)