"Kapasitas listrik terpasang yang dihasilkan sebesar 304,2 kilowatt-peak (kWp) atau setara 291.000 kilowatt-jam (kWh) per tahun. Ini proyek percontohan dalam rangka mengoptimalkan aset bendungan," terang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengutip Antara, Jumat (6/4).
Pembangunan panel surya akan direplikasi penerapannya di bendungan lainnya, sehingga memenuhi kebutuhan listriknya sendiri untuk operasi bendungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunggulan PLTS di Bendungan adalah tidak memerlukan pembebasan lahan, sehingga bisa dibangun dengan cepat, mudah dalam pemeliharaan, dan bisa diintegrasikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro (PLTMH).
Listrik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional waduk dan kelebihan daya yang ada akan diserahkan kepada PT PLN (Persero).
Selain untuk operasional bendungan, ketersediaan listrik juga dapat menunjang pengembangan potensi wisata, misalnya dengan pembuatan lampu dan air mancur hias yang membutuhkan sumber daya listrik nisbi besar.
Semisal di Bendungan Jatibarang, selain memberikan manfaat suplai air irgasi dan air baku, pemandanganan sekitar bendungan sangat bagus sehingga kini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang. Daya tarik lainnya adalah obyek wisata Goa Kreo yang dihuni oleh satwa terutama kera.
Untuk pengembangan lebih lanjut, kata Basuki, pihaknya akan menggandeng Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) sebagai dukungan terhadap program pengembangan Energi Baru & Terbarukan (EBTK) dan Kementerian BUMN yang membawahi PLN untuk kerja sama pengoperasian PLTS.
Data Kementerian PUPR menyebutkan beberapa bendungan lain di Jawa Tengah yang memiliki potensi untuk pemasangan panel surya, yakni Bendungan Lalung dan Bendungan Delingan di Karanganyar dengan potensi masing-masing 1000 kWp. (antara/bir)