"Pemerintah kan membutuhkan jaringan yang lebih banyak. Kalau Bulog, jaringannya terbatas. Kalau agen (laku pandai) bank, jaringannya kan bisa lebih luas lagi," ujar Direktur Kredit Mikro dan Ritel PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Priyastomo usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (10/4).
Priyastomo mengungkapkan perseroan siap mendukung rencana pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, sebut Priyastomo, perseroan memiliki sekitar 279 ribu agen laku pandai BRILink. Namun, tidak semua agen laku pandai akan dilibatkan dalam program tersebut. Agen yang akan dilibatkan hanya agen penjual sembako di wilayahnya.
"Nanti yang difokuskan hanya agen laku pandai yang jualan sembako," ujarnya.
"BTN hanya salah satu bagian daripada Himpunan Bank Negara yang akan berperan untuk membantu operasi pasar beras agar harga beras bisa lebih murah," ujarnya.
Lebih lanjut, waktu eksekusi agen laku pandai dalam penyaluran beras Bulog masih belum ditentukan. Pasalnya, pemerintah dan badan usaha pelat merah masih harus melakukan rapat koordinasi lanjutan.
"Rencana ini masih didesain. Kamis (12/4) kami akan rapat lagi," ujar Deput Bidang Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro di tempat yang sama. (agi)