"Yang jelas, saat ini, Pertalite kami jual rugi," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (11/4).
Iskandar mengungkapkan harga keekonomian Pertalite sebenarnya lebih dari Rp8.000 per liter. Namun, saat ini, Pertalite dibanderol seharga Rp7. 800 per liter di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ayal, sejak awal tahun, perseroan telah dua kali mengerek harga jual Pertalite. Kenaikan pertama terjadi di Januari 2018,sebesar Rp100 per liter. Kedua, sebesar Rp200 per liter pada Maret 2018 lalu.
Terkait rencana pemerintah yang akan melakukan intervensi terhadap kenaikan harga BBM nonsubsidi, perseroan menyatakan bakal mengikuti ketentuan, meskipun gerak perseroan menjadi terbatas.
Iskandar mengingatkan perseroan merupakan milik negara sehingga pihaknya memiliki tanggung jawab dalam menjalankan mandat dari pemerintah.