Direktur Utama BTN Maryono mengatakan bahwa kenaikan kredit perseroan membuat pendapatan bunga bersih perusahaan naik 16,2 persen. Alhasih, laba bersih perusahaan pun menanjak 15,13 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp594 miliar.
"Total kredit menyumbang pendapatan bunga naik 15,71 persen dan beban bunga tumbuh lebih rendah di level 15,32 persen," ujar Maryono di Jakarta, Kamis (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada segmen kredit perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menorehkan kenaikan terbesar atau tumbuh 32,96 persen menjadi Rp79,14 triliun," jelas dia.
Sementara, KPR nonsubsidi tercatat Rp69,8 triliun atau naik 12,24 persen, kredit konstruksi naik 17,85 persen menjadi Rp27,03 triliun, sedangkan kredit perumahan lainnya sebesar Rp8,48 triliun.
Berbeda dengan kredit perumahan yang melonjak hingga 20 persen, kredit nonperumahan pada kuartal I 2018 hanya naik 10,17 persen menjadi Rp18,03 triliun dari Rp16,37 triliun.
"Pada segmen tersebut, kredit komersial naik paling tinggi sebesar 15,47 persen menjadi Rp14,07 miliar," jelas Maryono.
Lebih lanjut, Maryono mengatakan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) net perseroan turun menjadi 1,78 persen dari 2,35 persen dan NPL gross turun dari 3,34 persen menjadi 2,78 persen.
Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) perusahaan juga tercatat naik 23,54 persen sepanjang tiga bulan pertama ini menjadi Rp194,48 triliun. Dengan demikian, Maryono optimis pertumbuhan kredit dan pembiayaan lebih kencang tahun ini.
"DPK yang naik cukup kuat untuk mengimbangi target pertumbuhan kredit 20 persen sampai akhir tahun," pungkas Maryono. (agi)