Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan tarif ini dinilai sesuai dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat.
"Kalau kami melakukan pergerakan itu ada dua, pertama adalah waktu, kedua adalah biaya. Masyarakat bisa memilih mana waktu yang paling singkat, mana yang paling murah," kata Zulfikri dikutip Antara, Jumat (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan tarif murah diberikan agar masyarakat bisa menggunakan moda transportasi itu dari hari-ke hari, tak hanya pada saat tertentu saja.
Palembang diketahui bakal menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki LRT sebagai alat transportasinya.
Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin mengatakan LRT diharapkan bukan sekadar menjadi penunjang transportasi untuk mengangkut atlet dan rombongan dari Bandara ke Jakabaring.
Melainkan moda transportasi itu dapat juga menjadi solusi kemacetan. "LRT juga solusi kemacetan karena berdasarkan studi kami, Palembang akan macet total pada 2020. Oleh karena itu dilaksanakan sekarang transportasi massal," kata Alex.
(aal)