Analis Henan Putihrai Liza Camelia Suryananta mengatakan jatuhnya pasar modal Indonesia hari ini disebabkan nilai tukar rupiah yang masih di kisaran Rp13.900 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada hari ini, rupiah sebenarnya ditutup menguat tipis 32 poin atau 0,23 persen menjadi Rp13.921 per dolar AS. Rupiah pada perdagangan hari ini sempat menguat hingga Rp13.880 per dolar AS dan melemah di level Rp13.924 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pergerakan nilai tukar rupiah ini bisa menekan emiten yang bergantung terhadap impor seperti farmasi dan otomotif," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/4).
Sebanyak 92 saham naik, 303 saham turun, dan 89 saham tidak bergerak. Sementara seluruh indeks sektoral melemah. Pelemahan terbesar dialami oleh sektor keuangan yang turun sebesar 4,07 persen.
Lebih lanjut Liza menjelaskan penurunan harga komoditas dan pelemahan bursa saham regional juga menambah sentimen negatif bagi IHSG.
"Nikel dan miyak turun," imbuh Liza.
Dari Asia, mayoritas indeks saham bergerak menguat. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 0,28 persen, indeks Kospi di Korsel turun sebesar 0,4 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,26 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak menguat sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris bergerak menguat 0,34 persen, indeks DAX di Jerman naik 0,33 persen, dan indeks CAC di Perancis turun 0,03 persen. (bir)