Bagaimana tidak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini anjlok hingga ke level sekitar 5.900. Alhasil, sejumlah analis menyarankan pelaku pasar untuk selektif memilih saham.
Analis Trimegah Sekuritas Rovandi mengatakan pelaku pasar bisa melirik saham berbasis ritel, seperti PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, peluang kenaikan kinerja keuangan emiten ritel juga bisa terjadi sepanjang tahun ini ditopang oleh acara piala dunia dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Namun, ia mengingatkan emiten ritel perlu lebih memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produknya agar tak kalah dengan penjualan di e-commerce.
Untuk pekan ini, Rovandi memasang target harga (target price/TP) Matahari Department Store di level Rp11.250 per saham dan Ramayana Lestari Sentosa di level Rp1.450 per saham.
Sementara itu, Matahari Department Store pada Jumat (27/4) lalu berakhir di level Rp10.750 per saham dan Ramayana Lestari Sentosa ditutup di level Rp1.365 per saham.
Di sisi lain, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee merekomendasikan saham berbasis konstruksi, yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).
Lihat juga:Imbal Hasil Obligasi AS Pengaruhi Nasib IHSG |
Terpantau, saham Waskita Karya turun 4,42 persen ke level 2.160 per saham, PTPP turun 1,65 persen ke level Rp2.390 per saham, dan Wijaya Karya bergerak stagnan di level Rp1.560 per saham.
"Secara fundamental cukup bagus sebenarnya, tidak ada masalah dari korporasinya," ucap Hans.
Namun, dari ketiga emiten tersebut baru Waskita Karya yang merilis kinerja keuangan kuartal I 2018. Laba bersih Waskita Karya melonjak hingga Rp1,52 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp367,71 miliar.
"Kinerja memang naik tapi sebenarnya pelaku pasar masih mempertanyakan arus kas perusahaan, tapi dengan banyaknya proyek seharunya arus kas membaik ya," terang Hans. (lav)