Jokowi mengatakan Bulog memang membutuhkan sosok yang tegas untuk mengelola komoditas kepentingan khalayak. Pasalnya, masalah pangan, khususnya beras, menyangkut perut masyarakat Indonesia.
"Kami mengerti, karena ini sebuah persoalan perut, persoalan beras ini adalah persoalan rakyat," jelas Jokowi, Senin (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mencopot Djarot Kusumayakti sebagai Direktur Utama Perum Bulog dan menggantinya dengan Budi Waseso, yang baru pensiun sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional awal Maret lalu.
"Itu pasti (tegas). Karena begini saya sampaikan, beras khususnya, itu masalah perut. Jadi, tidak ada yang boleh memainkan perut orang Indonesia," ujar Budi.