Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan bahwa arahan tersebut akan ditindaklanjuti dengan menginventarisasi persediaan beras yang dimiliki perusahaan pelat merah itu saat ini. Ia memang tak ingat jumlah persediaan beras yang dimiliki Bulog saat ini. Namun, ia memastikan bakal mengantongi angka pasti persediaan beras Bulog sebelum memasuki Ramadan.
Menurut data Bulog per 2 Mei 2018, Bulog sudah melakukan pengadaan sebesar 602.204 ribu ton dan pengadaan luar negeri sebanyak 408.853 ribu ton. Sementara itu, beras untuk operasi pasar yang menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sudah Bterhitung 296.127 ribu ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya soal persediaan, Bulog juga diminta membantu pemerintah untuk melakukan pengendalian harga beras. Adapun, tujuan pemerintah, yakni agar harga beras bisa berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Meski demikian, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan sebesar Rp9.221 per kg atau turun 4,92 persen ketimbang bulan sebelumnya. Di samping itu, harga Gabah Kering Panen (GKP) tercatat Rp4.556 per kg atau turun 4,22 persen dibanding bulan sebelumnya yakni Rp4.757 per kg.
Kendati harga masih bertengger di atas, Buwas, sapaan akrabnya, belum berencana intervensi terlalu jauh. Menurutnya, operasi pasar mungkin nanti akan diperlukan setelah Bulog memantau kondisi di lapangan.
"Tadi Presiden Joko Widodo hanya menyampaikan kesiapan persediaan barang, tentu kami harus jeli melihat impornya berapa, panen raya nanti hasilnya bagaimana, kebutuhannya nanti seperti apa, semua akan kami lihat menyeluruh," jelas dia. (agi)