Keempat bank tersebut, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Bank Mandiri memimpin kenaikan laba bersih di kuartal pertama tahun ini yang mencapai 43,7 persen. Alhasil bank beraset terbesar ini meraup keuntungan sebesar Rp5,9 triliun dari posisi kuartal I 2017 yang hanya Rp4,1 triliun.
Kinerja Empat Bank Konglomerat di kuartal I. (CNN Indonesia/Timothy Loen) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, penyaluran kredit perusahaan dalam tiga bulan pertama tahun ini hanya tumbuh tipis, yakni 7,1 persen dari Rp656,2 triliun menjadi Rp703 triliun. Hal ini disebabkan karena manajemen sedang melakukan proses restrukturisasi dan hapus buku (write off).
Kemudian, realisasi pertumbuhan laba bersih terbesar kedua dicatatkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 13,3 persen menjadi Rp3,65 triliun dari Rp3,22 triliun. Kenaikan laba tersebut, antara lain ditopang pertumbuhan kredit yang mencapai dua digit, yaitu 10,8 persen dari Rp396,52 triliun menjadi Rp439,46 triliun.
Selanjutnya, BRI menduduki peringkat ketiga yang naik sebesar 11,57 persen dari Rp6,65 triliun pada kuartal I 2017 menjadi Rp7,42 triliun.
"Salah satu yang menopang utama laba BRI tersebut yakni penyaluran kredit yang tumbuh dua digit, di atas rata-rata perbankan Indonesia," ucap Direktur Utama BRI Suprajarto.
Tercatat, penyaluran kredit BRI dalam tiga bulan pertama naik 11,2 persen menjadi Rp757,68 triliun dari Rp681,27 triliun.
Terakhir, BCA yang mencatatkan kapitalisasi terbesar mencatatkan kenaikan laba sebesar 10,4 persen dari Rp5 triliun menjadi Rp5,5 triliun.
Namun, pertumbuhan kredit BCA terlihat paling tinggi dari tiga emiten lainnya dengan kenaikan sebesar 15 persen menjadi Rp470 triliun. (agi)
Kinerja Empat Bank Konglomerat di kuartal I. (CNN Indonesia/Timothy Loen)