Kesepakatan itu muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Perdana Menteri China Li Keqiang di Istana Bogor, Senin (7/5). Hanya saja, Jokowi tak merinci waktu aktivitas ekspor CPO tambahan ini akan terealisasi.
Ia melanjutkan, jumlah penduduk China sebanyak 1,37 miliar merupakan peluang besar bagi ekspor komoditas dan Indonesia. Maka itu, selain minyak kelapa sawit, ia juga berharap komoditas seperti sarang burung walet, kopi, kakao, buah naga, buah salak, dan buah manggis bisa merangsek masuk Negeri Tirai Bambu itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, PM China Li Keqiang menyetujui tambahan kuota impor minyak kelapa sawit dari Indonesia karena mempertimbangkan petani kelapa sawit skala kecil di Indonesia. Menyadari China sebagai negara importir kelapa sawit terbesar, ia berharap langkah ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), volume ekspor kelapa sawit Indonesia ke China tercatat 3,73 juta ton di tahun 2017 atau meningkat 16 persen dibanding tahun sebelumnya yakni 3,23 juta ton. Angka ini mengambil 12,01 persen dari total volume perdagangan kelapa sawit Indonesia sebesar 31,05 juta ton di tahun lalu. (lav)