BRIsyariah merupakan anak usaha BUMN di bidang syariah yang pertama melaksanakan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).
Direktur Utama BRISyariah Moch Hadi Santoso menjelaskan bahwa dalam perdagangan saham perdana in, pihaknya mengalami kelebihan pemintaan (oversubscribed) sebanyak dua kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BRI Akui Kaji Masuk ke Bank Muamalat |
Selama proses IPO, perusahaan menunjuk Bahana Sekuritas, CLSA Sekuritas, Danareksa Sekuritas, IndoPremier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi atau joint lead underwriter.
Dalam gelaran IPO ini, perusahaan berhasil meraup dana segar sebesar Rp1,33 triliun. Rencananya, mayoritas atau 80 persen raihan dana akan digunakan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan.
Kemudian, sisanya sebanyak 12,5 persen akan dimanfaatkan untuk pengembangan sistem teknologi informasi dan 7,5 persen untuk pengembangan jaringan kantor cabang dari Sabang sampai Marauke.
"Selain mendapatkan dana segar untuk penguatan modal, kami telah berhijrah menjadi perusahaan publik yang akan konsisten mempraktikkan tata kelola perusahaan," papar Hadi.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia BEI Samsul Hidayat mengapresiasi pencatatan saham BRIsyariah karena akan menambah produk saham syariah di pasar modal.
"Ini juga sekaligus menjadi kesempatan agar saham syariah Indonesia semakin dikenal," kata Samsul. (agi)