Mendag Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga Jelang Ramadan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 03:49 WIB
Mendag Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga Jelang Ramadan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat melakukan sidak di pasar tradisional. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Banyuwangi, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memantau pasar tradisional di Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/5). Dia memastikan kebutuhan pangan jelang ramadan tercukupi dengan harga yang stabil.

Enggar blusukan di pasar dan berdialog dengan para pedagang di toko kelontong yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok hingga penjual ayam dan daging sapi. Dia mengaku gembira karena harga-harga di pasaran masih di bawah harga eceran tertinggi (HET).

"Ternyata tidak ada kenaikan harga, bahkan harga cenderung turun di beberapa komoditas. Ini terjadi hampir di seluruh pasar Indonesia. Bahkan saya habis ke Bali dua hari lalu, harganya di Banyuwangi lebih rendah. Beras medium, juga beras premium di bawah HET," kata Enggar.


Berdasarkan hasil pantauan saat Enggar berdialog dengan pedagang diketahui jika beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya bawang putih dan cabai rawit. Keduannya turun harga dari Rp30.000 menjadi Rp20.000.

Sedangkan beberapa komoditas lainnya berada pada harga yang stabil, yakni daging sapi berkisar Rp120.000, gula pasir Rp11.000 dan minyak goreng Rp. 12.000 per liter.

"Tadi daging sapi malah turun Rp5.000. Jadi kami pastikan lagi Kami sudah berkeliling ke 32 provinsi, sudah kami pantau semuanya, kami pastikan stok nasional cukup dan tidak ada kenaikan harga begitu ada kenaikan kita drop langsung," ujarnya.

Di pasar Rogojampi, tercatat beras medium dijual dengan harga Rp8.850 per kilogram di bawah HET Rp9.450, beras premium Rp12.000 masih di bawah HET yang Rp12.800 per kilogram.


Sementara gula dibandrol Rp11.000 per kilogram. Komoditas ketan bahkan turun harga dari yang biasanya Rp23.000 per kg, kini menjadi Rp18.000.

Khusus untuk komoditas ayam potong dan telur, kata Enggar, memang terjadi kenaikan harga. Harga ayam potong pada kondisi normal sebesar Rp30.000 menjadi Rp33.000. Sedangkan telur dari Rp22.000 per kilogram menjadi 24 ribu.

"Khusus untuk ayam dan telur kita beri range batas atas dan bawah, karena peternak minta supaya harga mereka tidak tertekan. Karena saat ini ada kenaikan Rp1.000 di atas HET, segera kita hubungi mereka untuk menagih komitmen peternak sesuai HET, karena tidak ada alasan untuk menjual di atas HET, suplai banyak bahkan berlebih, kalau sampai naik akan kita gerojokin karena kita sudah ada komitmen. Saya percaya pada komitmen mereka," ujar Enggar.


Enggar menyatakan Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan komoditas pangan dengan harga yang stabil. Dia telah menerjunkan tim dari pejabat Kementerian, Dinas Perindustrian provinsi dan daerah hingga membentuk satgas untuk mengawasi ketersediaan pangan.

"Kami juga sudah meminta Bulog untuk stand by di gudang-gudangnya. kalau sampai ada kekurangan barang langsung di gerojok untuk masyarakat," kata Enggar.


(dik/pmg)


ARTIKEL TERKAIT