Dalam survei yang dikutip Jumat (11/5) ini, kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja menjadi faktor utama kenaikan harga rumah. Kenaikan harga properti tertinggi pada kuartal I terutama terjadi pada rumah tipe kecil yang mencapai 2,3 persen secara kuartalan, diikuti tipe menengah yang tumbuh 1,31 persen, dan tipe besar sebesar 0,64 persen.
Sementara berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah tertinggi terutama terjadi di kota Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, secara tahunan, kenaikan harga properti melambat. Pada kuartal II 2018, kenaikan harga properti diperkirakan sebesar 3,2 persen secara tahunan, lebih rendah dibanding 3,69 persen pada kuartal I 2018.
Di sisi lain, penjualan properti pada kuartal I 2018 tercatat masih lesu. Pertumbuhannya hanya mencapai 6,85 persen secara kuartalan, jauh lebih rendah dibanding kuartal IV 2017 sebesar 26,69 persen. (agi)