Sempat Ditutup , Airnav Kembali Buka Bandara Adisutjipto

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 12:55 WIB
Sempat Ditutup , Airnav Kembali Buka Bandara Adisutjipto Sejumlah penumpang antre memasuki pesawat di bandara International Adisutjipto, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) kembali membuka Bandara Adisutjipto,Yogyakarta yang sempat ditutup akibat debu vulkanik letusan Gunung Merapi

Airnav Indonesia sebelumnya sempat mengeluarkan A Notice to Airmen (NOTAM) penutupan bandara pada pukul 10.42-11.10 WIB dan kembali memperpanjang hingga pukul 11.40 WIB.


Head Corporate Communication Angkasa Pura I Awaluddin mengungkapkan pihaknya memang menutup Bandara Adisutjipto sejak 10.42 WIB hingga 11.10 WIB. Kemudian, penutupan itu diperpanjang sampai 11.40 WIB.



Penutupan dilakukan, baik untuk keberangkatan dari Bandara Adisutjipto maupun kedatangan. Saat ini, Awaluddin menyebut BNPB sedang mengkaji lebih dulu untuk keselamatan bersama.

"Ada tes dari BNPB, kami masih nunggu tes lagi," ungkap Awaluddin kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/5).


Lebih lanjut ia memaparkan penutupan Bandara Adisutjipto sempat membuat sembilan penerbangan yang telah dijadwalkan sebelumnya tertunda. Bila dirinci, tujuh penerbangan tertunda keluar dari bandara, satu penerbangan tertunda berangkat ke Bandara Adisutjipto dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan sisanya satu penerbangan batal berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

"Tujuan tujuh penerbangan yang keluar dari Yogyakarta yaitu Singapura, Pontianak, Pekanbaru, Palembang, Surabaya, dan Jakarta," jelas Awaluddin.


Sementara itu, satu penerbangan yang akhirnya batal berangkat dari Bandara Halimperdanakusuma Jakarta itu menggunakan maskapai Batik Air. Untuk selanjutnya, AP 1 akan terus memantau dampak debu vulkanik terhadap operasional penerbangan di Bandara Adisutjipto.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder bandara," pungkas Awaluddin.
(lav/agi)