Sekretaris Perusahaan Hengki Heriandono memaparkan awalnya perusahaan hanya membatalkan delapan penerbangan yakni, rute pulang pergi (PP) Yogyakarta-Denpasar sebanyak satu penerbangan, Yogyakarta-Jakarta dua penerbangan, dan Yogyakarta-Balikpapan dua penerbangan.
"Sehubungan dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Merapi tersebut, kami juga telah mempersiapkan contingency plan (rencana darurat) untuk penanganan penerbangan yang terdampak, termasuk penanganan penumpang," papar Hengki dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (11/5).
Namun, pembatalan keberangkatan dari dan menuju Yogyakarta bertambah enam pada siang hari. Enam penerbangan itu, yakni dua penerbangan Jakarta-Yogyakarta pp dan Surabaya-Yogyakarta pp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan," sambung Hengki.
Dihubungi secara terpisah, Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengungkapkan hingga saat ini Bandara Adisutjipto masih ditutup hingga pukul 16.30 WIB setelah sempat dibuka pada pukul 11.40 WIB.
"Belum kami hitung, kami fokus dulu ke penanganan penumpangnya," ucap Ikhsan.
Kendati penerbangan ke Yogyakarta dibatalkan, kata Ikhsan, penumpang bisa tetap berangkat dengan perubahan jadwal sebagai bentuk kompensasi. Hal itu merupakan pilihan dari masing-masing penumpang.
"Update lainnya nanti kami susulkan ya," pungkas Ikhsan.
(lav)