Saat ini menurut pedagang ayam di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga ayam per ekor untuk ukuran satu kilo lebih (kecil) Rp30 ribu per ekor, ukuran dua kilo lebih (sedang) Rp60 ribu per ekor.
Sedangkan ayam paling besar atau berukuran empat kilo dijual dengan harga Rp140 ribu atau naik dari sebelumnya seharga Rp125 ribu per ekor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dia menduga berkurangnya pasokan ayam menjadi penyebab dari kenaikan harga. "Barangnya pada kosong, apalagi yang ukuran kecil," ungkap dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan bahwa berdasarkan prognosa ketersediaan, produksi daging ayam pada 2018 tercatat sebesar 3.565.495 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi 3.047.676 ton.
Dengan demikian, terdapat surplus pada stok daging ayam sebesar 517.819 ton.
"Berdasarkan data tersebut, seharusnya tidak ada alasan harga ayam, daging ayam, dan telur naik," ujarnya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (11/5).
Lihat juga:Konsumsi Lesu, Omzet Emiten Ritel 'Melempem' |
Harga Daging Sapi
Berbeda dari ayam, harga daging sapi di Pasar Kramat Jati malah tidak mengalami perubahan. Salah satu pedagang, yaitu Andi mengatakan harga daging sapi sampai kini masih stabil.
"Harga masih stabil. Untuk yang daging aja Rp120 ribu per kilo, kalau campur tetelan gitu Rp100 ribu per kilo," kata dia.
Tetapi, ia menyampaikan saat memasuki awal puasa biasanya harga daging akan meningkat. Namun sepekan setelahnya akan turun kembali.
"Bisa naik Rp10 ribu, pas masuk puasa atau udah dekat lebaran. Tapi turunnya juga cepet, paling hanya satu minggu. Ya maklum namanya lebaran. Stok daging juga aman kok," kata dia. (osc/osc)