Sementara berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hingga pengujung hari Senin (14/5), rupiah berada di posisi Rp13.976 dolar AS.
Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memproyeksi pergerakan kurs rupiah masih cenderung melemah dari dolar AS di kisaran Rp13.954-13.971 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, sejumlah mata uang negara maju berhasil menguat dari dolar AS pada penutupan perdagangan kemarin. Misalnya, poundsterling Inggris menguat 0,11 persen, won Korea Selatan 0,14 persen, rubel Rusia 0,13 persen, dolar Singapura 0,11 persen, dan dolar Taiwan 0,1 persen.
"Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut dengan masuk pada sejumlah mata uang hard currency, sehingga mata uang lainnya pun terdorong naik dibandingkan dolar AS," terangnya.
Kendati begitu, beberapa mata uang negara di kawasan Asia terpantau melemah dari dolar AS pada pembukaan pagi ini. Mulai dari renminbi China minus 0,08 persen, yen Jepang minus 0,08 persen, won Korea Selatan minus 0,2 persen, dan peso Filipina minus 0,09 persen.
Namun, ringgit Malaysia dan baht Thailand justru berhasil menguat pada pagi ini, masing-masing 0,03 persen dan 0,11 persen.