Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan permintaan penambahan aparat keamanan ini sudah disampaikan ke seluruh pengelola bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun pada hari Minggu kemarin. Dengan ini, ia berharap masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan tenang tanpa takut ancaman apapun.
"Secara kuantitas kami sudah minta tambahan jumlah dari TNI dan Polri yang hadir. Lalu secara kualitas, aktivitas yang dilakukan petugas, baik itu security, TNI, Polri agar lebih intensif," terang Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memang tidak menyebut tambahan personil TNI dan Polri di sarana perhubungan usai serangan teror. Namun, ia mencontohkan, untuk Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Rencananya, pengamanan ekstra ini akan diberlakukan dalam dua pekan ke depan. Namun, durasi ini bisa diperpanjang setelah mendengar evaluasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri.
Dengan pengamanan tambahan, ia bisa sedikit bernapas lega lantaran belum ada ancaman terorisme di sarana perhubungan. Selain itu, khusus di bandara, pengelola siap untuk mengaktifkan kembali dua kali Security Check Point (SCP) setelah sebelumnya hanya satu kali.
"Jadi ada double screening masuk bandara itu. Kami mengupayakan juga ada pengamanan-pengamanan tertutup agar kalau ada yang mencurigakan bisa menangani dengan cara yang lebih baik," pungkas Budi. (agi/bir)