Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengungkapkan kenaikan suku bunga acuan BI akan berdampak negatif pada pergerakan saham, karena berpengaruh terhadap permintaan kredit.
"Karena (kenaikan suku bunga acuan BI) berefek banyak ke perusahaan, ke kreditnya," terang Tito, Kamis (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah tujuannya hanya menambah permintaan rupiah supaya menguat, saya rasa tidak lagi," tegas Tito.
Setelah itu, bank sentral China bernama The People's Bank of China (PBOC) ikut menaikkan sebesar lima bps menjadi 2,55 persen dari sebelumnya 2,5 persen.
"Ini kan proses panjang, dunia sudah naik. Detik ini dampak sudah ada dan mungkin jangan-jangan kalau sekarang naik justru memberatkan," papar Tito.
Sebelumnya, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan membuka ruang untuk menaikkan suku bunga acuan BI jika memang pergerakan ekonomi ke depan mengharuskan untuk melakukan penyesuaian tersebut.
"BI tak menutup ruang kenaikan suku bunga BI 7DRRR, kebijakan ini dilakukan dengan berhati-hati dan mengacu perkembangan terkini dan perkiraan ke depan," kata Agus beberapa hari lalu. (agi/lav)