Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko mengungkapkan pelaku pasar akan kembali melakukan aksi jual usai IHSG menanjak selama dua hari berturut-turut. Sikap pelaku pasar itu juga membuat sentimen positif dari domestik tak ampuh mendorong kenaikan IHSG.
Salah satu sentimen positif yang ada di pasar modal saat ini, yaitu spekulasi kenaikan penjualan ritel selama Ramadan dan jelang Lebaran tahun ini yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Analis Artha Sekuritas Frederik Rasali mengungkapkan IHSG akan melanjutkan penguatannya pada hari ini ditopang oleh pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada pelantikannya kemarin.
Dengan begitu, Frederik menilai IHSG bertahan di level sekitar Rp5.900. Lebih tepatnya, ia meramalkan IHSG bergerak dalam rentang support 5.831 dan resistance 5.993.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 2,66 persen ke level 5.946 setelah bergerak di antara 5.833-5.954. Pelaku pasar asing kembali tercatat beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp678,49 miliar.
Sementara, pergerakan di bursa saham Wall Street justru berbanding terbalik dengan IHSG. Tiga indeks utama bursa saham Wall Street ditutup melemah tadi malam.
Bila dirinci, Dow Jones turun 0,3 persen, S&P500 turun 0,2 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,02 persen. (agi)