Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan rencana pelabuhan transhipment ini bisa dimanfaatkan oleh pelayaran Eropa yang akan berlayar ke China. Dengan demikian, ada kemungkinan pelabuhan Sabang bisa melayani sebagian transhipment yang selama ini dilaksanakan di Singapura.
Hanya saja, ia masih belum bisa menilai jumlah potensi kapasitas petikemas yang bisa dipindahkan dari Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lokasi dermaga petikemas di Sabang terdapat di dermaga CT-1 dan CT-3 yang dikelola Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Kapasitas dermaga CT-1 diketahui bisa menampung kapal seberat 30 ribu Dead Weight Ton (DWT), sementara CT-3 bisa menampung hingga 100 ribu DWT.
"Makanya Sabang itu sebetulnya bagus untuk pelabuhan dalam skala kecil. Itu yang akan kami tingkatkan," pungkas dia.
Sebelumnya, perpindahan basis transhipment dari Singapura ke Indonesia juga diharapkan Kemenhub dengan melakukan pelayaran rute langsung (direct call) dari Indonesia ke Amerika Serikat.
Kemenhub berharap, petikemas setara 2 Juta TEUs dari Singapura bisa berganti muatan di Tanjung Priok, utamanya muatan dari Indonesia barat yang selama ini melakukan transhipment di Singapura.
Jika 2 juta TEUs berhasil terdongkrak, maka daya angkut di terminal Jakarta International Container Terminal (JICT) bisa tumbuh 20 persen tahun depan. (lav/bir)