Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero), Ahmad Baiquni mengatakan bahwa perbankan masih akan melihat terlebih dahulu efek kenaikan suku bunga acuan BI, khususnya terhadap biaya dana. Bank juga masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap kenaikan suku bunga acuan BI.
Baiquni mengatakan, walaupun nantinya banknya akan menaikkan bunga kredit, pihaknya yakin itu semua tidak akan berdampak kepada penyaluran kredit BNI. BNI tetap optimis target pertumbuhan kredit sebesar 15 persen yang telah ditetapkan untuk tahun ini bisa dicapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen |
Memang kata Kartika, pilihan tersebut tidak mudah. Bank saat ini juga dihadapkan pada masalah likuiditas. Penarikan uang secara masif menjelang hari raya bisa berdampak pada kenaikan cost of fund.
"Masih optimis bahwa demand akan tetap baik," katanya.
Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar Rabu (30/5) ini memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen. Perry Warjiyo, Gubernur BI mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi BI terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika. (agt)