Posisi ini menguat 97 poin atau 0,69 persen jika dibanding dengan sesi penutupan Rabu (30/5) kemarin. Penguatan rupiah Kamis ini merupakan yang terkuat jika dibandingkan dengan penguatan sejumlah mata uang di kawasan Asia.
Sebagai perbandingan, untuk won Korea Selatan, pada perdagangan Kamis ini ditutup menguat 0,34 persen, ringgit Malaysia menguat 0,25 persen, dan peso Filipina hanya menguat 0,2 persen.
Sementara itu untuk dolar Singapura, penguatan hanya mencapai 0,18 persen, baht Thailand 0,12 persen, dan yen Jepang 0,03 persen. Di Asia, hanya dolar Hong Kong dan rupee India yang melemah masing-masingnya 0,01 persen dan 0,06 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Buah Simalakama dari Kenaikan Suku Bunga |
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan penguatan rupiah masih akan kembali terjadi pada perdagangan pekan depan.
Penguatan akan ditopang dua faktor. Pertama rilis data perekonomian China dan AS.
Sementara dari domestik, satu-satunya sentimen baru yang akan menopang pergerakan rupiah pekan depan adalah rilis data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), di mana pasar berekspektasi bahwa inflasi akan meningkat seiring telah memasuki bulan Ramadan.
Lihat juga:Rupiah Perkasa ke Rp13.894 per Dolar AS |
Data terakhir BPS per April 2018, inflasi bulanan sebesar 0,1 persen, secara tahun berjalan 1,09 persen, dan secara tahunan di angka 3,41 persen. (agt/agt)