Laju inflasi bulanan Mei 2018 lebih tinggi dibandingkan April 2018 sebesar 0,1 persen. Namun, lebih rendah dibandingkan dengan Mei 2017 sebesar 0,39 persen.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa andil inflasi terbesar disumbang oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,05 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi sebesar 0,05 persen. Adapun masing-masing kelompok mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dan 0,19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, kelompok bahan makanan mengalami inflasi 0,21 persen dengan andil 0,04 persen. Sejumlah komoditas yang menyumbang inflasi karena ada kenaikan harga, yaitu daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah.
Lalu, untuk kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan andil 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen dengan andil 0,01 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen dengan andil 0,03 persen.
Berdasarkan wilayah, dari 82 kota IHK, inflasi terjadi 65 kota dengan inflasi tertinggi di Tual sebesar 1,88 persen dan inflasi terendah di Purwokerto dan Tangerang 0,01 persen. Sedangkan 17 kota lainnya mengalami deflasi. Tercatat, deflasi tertinggi di Pangkal Pinang minus 0,99 persen dan deflasi terrendah di Pematangsiantar sebesar minus 0,01 persen. (lav)