Sejalan dengan rupiah, beberapa mata uang negara di kawasan Asia berhasil menguat. Mulai dari won Korea Selatan menguat 0,27 persen, dolar Singapura 0,06 persen, baht Thailand 0,06 persen, dan peso Filipina 0,01 persen.
Sedangkan, dolar Hong Kong melemah 0,01 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, yen Jepang minus 0,05 persen, dan renmimbi China minus 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Apresiasi Rupiah Diramal Mampu Angkat IHSG |
Sementara itu, mata uang negara maju bervariasi, rubel Rusia dan dolar Kanada menguat masing-masing 0,04 persen dan 0,02 persen. Namun, euro Eropa melemah 0,04 persen, poundsterling Inggris minus 0,01 persen, dan dolar Australia minus 0,02 persen.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memproyeksi rupiah masih di zona penguatan dengan bergerak di rentang support Rp13.878 per dolar AS dan resistance di RPp13.855 per dolar AS.
"Itu cukup membantu rupiah bertahan positif," katanya. (lav)