VP Public Relations KAI Agus Komarudin mengatakan tiket yang habis terjual merupakan keberangkatan dari Stasiun Gambir di Jakarta ke Stasiun Pasarturi di Surabaya dengan jumlah 36 kursi dari dua gerbong yang diberangkatkan per harinya.
"Sejak dibuka, untuk perjalanan pertama hari ini sampai 14 Juni sudah penuh 100 persen," ujarnya di Stasiun Gambir, Selasa (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia memastikan seiring dekatnya perayaan Lebaran, kursi kereta sleeper class akan laku terjual. "Sedangkan untuk tanggal 15-17 Juni, paling hanya tinggal tiga seat (kursi) saja," katanya.
Endah Wijayanti (36 tahun), seorang penumpang kereta sleeper class pada operasi perdana hari ini mengaku memang sengaja memesan tiket kereta itu untuk menjajal langsung kenyamanan yang ditawarkan oleh KAI.
Padahal, kota yang ia tuju bukanlah Surabaya, melainkan Semarang. Selain itu, ia mengaku mendadak memesan tiketnya, yaitu baru pada subuh tadi, sekitar pukul 04.00 WIB.
"Iya, ini saya penasaran saja. Baru pesan subuh tadi lewat Bukalapak (e-commerce), ternyata masih kebagian. Langsung pesan dan iseng pergi sendiri," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Endah, jenis kereta baru ini berhasil menarik minatnya karena fasilitas yang ditawarkan memang dibutuhkan olehnya, yaitu tempat tidur hingga di tempat tujuan.
"Tadi sudah coba, kursinya lumayan 'empuk', lebih nyaman dibanding yang biasa. Ini juga tadi saya coba layar hiburannya, ada games (permainan), seru. Memang, luxury ya (mewah)," celotehnya.
Ke depan, Endah bilang kemungkinan akan lebih sering memanfaatkan kereta sleeper class. Sebab, fasilitas yang ditawarkan bak kelas bisnis di moda transportasi pesawat dengan harga yang jauh lebih rendah.
Selain itu, baginya, akses perjalanan dari rumahnya di Bogor, jauh lebih mudah ke Gambir daripada ke Bandara Soekarno Hatta di Banten.
Sementara dari sisi harga, ia mengaku mendapatkan harga Rp900 ribu, sesuai yang ditawarkan oleh KAI. Namun, karena membeli dari situs e-commerce, ia mendapat potongan harga sedikit menjadi Rp897 ribu untuk sekali keberangkatan.
"Kalau bisa terus di kisaran Rp900 ribu (sleeper class). Karena kalau sampai Rp1-1,2 juta, itu menurut saya kemahalan," pungkasnya. (bir)